Selamat Ulang Tahun

•April 27, 2009 • Leave a Comment

Selamat ulang tahun buat seseroang nun jauh disana…..Tiada kata yang dapat ku-ucapkan. Tiada SMS yang dapat kukirimkan. Hanya doa yang kupanjatkan kepada Allah untuk “Keselamatan, Kebahagiaan dan Kemudahan” dirimu di dunia,amin.

Aku tidak melupakan hari kelahiranmu. Tapi juga tidak bisa melupakan rasa sakit yang kau tinggalkan di hatiku.

Selamat Ulang Tahun teruntukmu……Semoga engkau panjang umur,murah rejeki, selalu sehat dan selalu bahagia bersama keluargamu,amin….

Pelajaran

•April 15, 2009 • Leave a Comment

Satu hal yang baru aku pelajari…….bahwa orang khususnya teman bisa berubah. Aku harus belajar memahami bahwa apa yang terjadi dahulu dan sekarang kondisinya jelas berubah. Apabila temanku dahulu pendiam bisa jadi sekarang dia berubah. Atau dahulu dia cuek sekarang berubah jadi perhatian.  Kalau dahulu dia tidak sensi tapi sekarang dia bisa berubah menjadi hyper sensitive….Kalau aku tidak mau dan tidak bisa memahami sulit buat aku bergaul dengan teman-temanku….Dan itu terjadi….

Jadi kalau sekarang teman-temanku ‘tidak sama lagi’, tidak sebaiknya aku hanya mengingat karakter dan sifatnya dahulu. Bisa jadi orang berubah…Kemaren-kemaren aku masih beranggapan dan mengingat mereka sama seperti dahulu akibatnya aku mengalami ‘perselisihan-persilisihan’ kecil…

Mungkin bukan hanya perselihan kecil. Bahkan ada seorang sahabat yang sepertinya benar-benar marah bahkan nama ku di YM listnya dia bikin ‘offline’…Tadinya aku marah, kesel, kecewa, sakit ati dan….seediihh….Kenapa orang (baca : sahabat) hanya melihat ‘keburukan’ temannya. Tidakkah dia melihat bahwa sahabatnya itu punya kebikan-kebaikan lainnya?

Tapi yang sudah berlalu biarkan lah berlalu…Biarkan lah waktu yang akan menyelesaikan….Buat aku saat ini, tidak mau terlalu memikirkan kesedihanku lagi…Kalau dia masih mengganggapku sahabat suatu hari dia akan datang lagi kepadaku (walaupun untuk sahabat satu ini rasanya tidak akan mungkin akan menyapaku duluan).

Yang terpenting aku tidak mempunyai dendam terhadap orang-orang yang pernah dekat dengan aku. Aku sudah meminta maaf dan aku juga sudah memaafkan siapapun yang telah menyakiti aku…..

Dia masih mengingat tanggal-tanggal penting

•January 16, 2009 • Leave a Comment

Kemaren tanggal 15 Januari 2009 tepat 17 tahun meninggalnya almarhumah ibunda yang sangat aku cintai. Biasanya ada seseorang yang mengingat hal-hal penting dalam hidupku. Kemarin aku tunggu emailnya tidak ada. Tadi pagi pun tidak ada. 

Sepuluh menit sebelum jam 12 siang ada sms masuk dari nomer yang tidak aku kenal.  Ternyata dari si emas. Dia masih mengingat tanggal meninggalnya mami…..

Kenapa dia masih mengingat tanggal-tanggal penting dalam hidupku?? Dia bahkan inget tanggal ulang tahun kakakku yang pertama.  Apakah dia masih belum bisa melupakan aku? Atau apakah dia masih menyayangiku??

Apakah masih perlu aku mempertanyakan hal tersebut?????? Yang sudah biarlah berlalu. Toh gak membuat aku ingin kembali seperti dulu……

Bersyukur

•January 14, 2009 • Leave a Comment

Hujan tiada henti sudah beberapa hari ini. Aku agak kesulitan kalau berangkat kerja. Tidak hanya macet tapi juga jalanan yang becek yang membuat celana/rok ku terkena cipratan tanah. Sejujurnya agak merepotkan. Apalagi aku baru beradaptasi dengan Jakarta kembali.

Kemarin waktu pulang kantor rasanya sedih juga sih. Udah seumuran aku masih naik kendaraan umum. Berbecek-becek di jalanan. Tapi itu kan salahku juga. Coba seandainya aku mau berhemat-hemat. Tentulah aku sudah bisa beli kendaraan sendiri…. Tapi terus aku ingat banyak yang harus bisa aku syukurin daripada harus mengeluh. Bersyukur bahwa aku masih punya pekerjaan walaupun hanya 3 bulan kedepan.  Bersyukur karena kekuasaanNya aku bisa dipindahin dari kantor di Banda Aceh ke Kantor di Jakarta. Dan yang aku dengar pula dengan gaji diusahakan sebagai tenaga khusus, Amin Alhamdulillah…Bahkan aku dengar beberapa karyawan yang di hire back sebagai tenaga outsourcing seperti aku, yang sudah sempet bekerja beberapa hari tapi diminta untuk berhenti dulu sampai ada kepastian. Waduh mendengar beritu itu hatiku sempat kebat-kebit juga. Tapi Alhamdulillah kata Vivi teman mess ku yang bekerja di bagian SDM dan juga atas anjuran mantan bosku Reza, aku tetap bekerja…Alhamdulillah….

Harusnya aku bersyukur karena banyak orang yang mempertanyakan dan mungkin sedikit iri kenapa aku bisa dipindahkan ke Jakarta? dan mungkin banyak yang mengira aku ‘lobbying’ dengan salah satu bos. Padahal tidak sama sekali. Aku yakin ini semua karena kekuasaan Allah SWT, amin…

Ya Allah terima kasih atas rahmat, berkat, rejeki dan nikmat yang KAU berikan kepadaku. Janganlah aku sampai melupakan dan mendustakanmu atas apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Tapi berikanlah keimanan dan ketakwaan yang terus bertambah dari hari ke hari, Amin…Amin Ya Robal Alamin!

Tergoda

•January 12, 2009 • Leave a Comment

Sabtu siang aku iseng-iseng mencoba men-sms ‘teman lama’ku. Ternyata dia merespon dengan menelpon dan mengajak pergi. Aku yang memang tidak siap untuk bermalam minggu sedang membereskan barang-barang yang aku bawa dari Banda Aceh yang belum sempat aku sentuh. Tapi dia bilang dia akan jemput aku jam 20:00. Akhirnya aku bersiap-siap.

Jam 19:30 aku sms dirinya dan mengatakan kalau aku sudah siap. Gak lama kemudian dia menelpon dan ternyata sudah berada di depan rumah. Mungkin dia sudah cukup lama menunggu di depan.

Sesuai janji kita ingin menonton atau ngopi-ngopi. Tapi TIDAK pergi ke apartemennya. Dia menyanggupi. Akhirnya kami pergi ke Djakarta Theater tapi karena film yang ingin aku tonton (Twilight) tidak ada aku gak mau. Walaupun sudah masuk ke dalam bioskop dan aku tidak jadi nonton dia tidak marah (aku baru menyadarinya walaupun kadang dia agak menyebalkan tapi dia hampir tidak pernah marah). Akhirnya kami makan di Rawon seputar Wahid Hasyim. Dari situ dia tetep ngajakin nonton. Di jalan dia mencari-cari info tentang film. Akhirnya kita meluncur ke Megaria yang gak terlalu jauh dari tempat kita makan. Tapi film yang aku ingin tonton tetep tidak ada. Dia bilang ngapain juga nonton film romantis kalau aku aja gak romantis…haha…Akhirnya kita nonton Transporter 3. Ternyata gak menyesal juga karena filmnya bagus dan pemainnya boleh juga…James Statham….sooo coooll…suka banget deh liat cowok kaya gitu…hihii…

Akhirnya setelah nonton aku mengajak pulang. Walaupun tampaknya dia masih ingin jalan.

Banyak hal yang tidak bisa aku ceritakan disini…Tapi yang pasti sekuat apapun aku bertahan aku tetap tergoda oleh bujuk rayunya….Tapi Alhamdulillah aku masih bisa bertahan pada batasan normal….

Baru 10 hari di Jakarta tapi aku sudah menerima godaan……

Walaupun aku enjoy pergi dengan dirinya tapi mengapa muka si emas itu yang terpampang jelas??? Mengapa aku jadi membandingkan dirinya dengan si emas?? uhuks….emas yang begitu menyayangi aku, memperlakukan aku bak seorang ratu….Tiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan…Gak sebaiknya aku ngebandingin seseorang dengan yang lainnya…..

Yang pasti aku sudah tergoda……Ya Allah lindungilah aku dari segala godaan yang memabuk-an ini…..

Pindah ke Jakarta

•January 7, 2009 • Leave a Comment

Sejak tanggal 31 Desember 2008 aku sudah kembali ke Jakarta karena kontrak kerja di Aceh sudah berakhir. Alhamdulillah aku masih dipercaya untuk membantu kantor perwakilan di Jakarta walaupun ada beberapa perbedaan bekerja di Aceh dengan di Jakarta tepatnya pendapatan yagn akan aku terima. Tapi aku tetap harus bersyukur memiliki pekerjaan.

Hidup di Jakarta ternyata membutuhkan adaptasi lagi. Dikarenakan aku tinggal di Banda Aceh hampir 3 tahun lamanya. Kondisi jalanan yang macet. Teman-teman yang ternyata tidak aku punyai, dan kondisi tinggal lagi bersama kakak tercinta. Tentunya banyak hal yang membuat aku sedikit stres menghadapinya.

Walaupun sedih meninggalkan Banda Aceh yang penuh dengan banyak kenangan tapi kembalinya aku ke Jakarta juga membuat aku lega. Bisa bertemu keponakanku lebih sering. Bisa ngopi bersama teman-teman dan yang pasti bisa jalan-jalan ke Mall lagi.

Beberapa hari yang lalu aku sempat kecewa dengan teman-teman dekatku. Aku mengajak mereka pergi tapi hanya segelintir teman yang bisa ketemu. Sedih atiku sebenarnya. Karena aku merasa hanya dibutuhkan oleh mereka ketika mereka sedang bersedih. Belum lagi masih dalam suasana libur aku disuruh ke kantor hanya untuk mengerjakan yang seharusnya sudah bukan pekerjaanku lagi. Tapi apa boleh buat dengan hati kesal aku tetap mengerjakan apa yang dibutuhkan oleh kantorku.

Kemaren aku sempet email-emailan sama sahabatku. Aku menceritakan bahwa aku habis membeli sepatu merk Charles & Keith. Temanku bilang dia mau beli masih mikir karena mahal. Padahal aku tau persis buat dia harga segitu gak mahal. Sepertinya dia mungkin mengira-ngira dengan kondisiku yang jauh lebih ‘rendah’ dari dia kok aku mampu membelinya…Mungkin aku sensi. Tapi aku yakin sekali bahwa begitulah mungkin yang ada di pikiran sahabatku itu.

Barusan juga aku chat sama teman kantorku yang lama. Dia baik sih menawarkan aku seandainya mau mengirimkan surat lamaran ke kantornya. Terus dia menanyakan gaji terakhirku. Aku sebutkan. Dan ternyata katanya gajiku lebih tinggi dari dia sedikit (padahal temenku itu hanya lulusan SMA). Terus dia tanya uang sebanyak itu berarti tabungannya banyak dong? Aku bilang gak ada. Aku balik tanya kedia berarti tabungan dia juga banyak dong? Dengan santainya dia bilang dengan penampilannya yang seperti dia (baca : keren, modis,…bla..bla) tentunya uang banyak kesedot untuk penampilannya yang wah itu. Oh iy a temanku bilang dengan gaji ’sebanyak’ itu dan aku tinggal di Aceh tentunya penampilan ‘tidak perlu’…Duhh..duhh…rasanya sombong sekali yah temanku itu….Seakan-akan hanya dia yang paling keren. Dan apa dia pikir Aceh primitif dan gak membutuhkan penampilan yang layak?

Begitulah ceritaku yang baru berada di Jakarta sudah seminggu. Ternyata banyak hal yang aku temuin dan membuatku kaget…..

Jakarta…oohhh Jakarta kenapa engkau bisa membuat teman-temanku berubah…….

Ulang Tahun

•December 11, 2008 • Leave a Comment

Senengnya pada saat hari ulang tahunku begitu banyak yang mengucapkan dan mendoakan.  Kadang-kadang suka tidak menyangka begitu banyak yang masih perhatian terhadap diriku ini.

Sehari sebelum ulang tahunku bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, aku berkumpul bersama keluargaku, Om Husni dan istrinya Kak Ely beserta beberapa anak yatim yang sengaja diundang untuk mendoakan aku.  Ternyata di hari tersebut aku mulai sakit. Sampai malam menjelang hari kelahiranku, badanku terasa sangat tidak enak. Jam 21:00 aku sudah men-silent-kan hp dan bermaksud untuk tidur nyenyak.

Tepat jam 00:01:33 aku terbangun. Ternyata ada sms buat aku (padahal hp dalam keadaan silent). SMS dari dirinya. Aku langsung menangis. Aku gak tau apa tepatnya yang kurasakan. Seneng dia masih inget ulang tahun aku. Tapi sekaligus membuat luka yang hampir mengering kembali basah terkoyak…..Kenapa dia melakukan ini terhadap aku? Apalagi dengan kata-katanya bahwa dia ‘gak akan pernah bisa melupakan aku’….Kalau dia tidak akan pernah bisa melupakan aku kenapa dia pergi menghilang? Dan kenapa dia menggunakan nomer HP yang tidak biasa dia pakai? (dalam artian dia sudah tidak memakai nomer-nomer lama).  Apakah dia berpikir aku akan mengejar-ngejarnya?!!? Dia mengucapkan kata-kata yang sangat manis tapi sebenarnya dia sedang melemparkan aku ke jurang yang sangat dalam.  Tengah malem itu aku menangis. Menangis karena aku masih inget dia. Menangis karena badanku juga sakit. SMS dari dia begitu dahsyatnya mengakibatkan dadaku juga sakit….Aku mencoba bangun untuk berwudhu dan untuk sholat Tahajud tapi ternyata malam itu aku demam berat. Dengan sedihnya aku tertidur lagi.

Tidak lama setelah itu sampai ke-esokan harinya masih banyak yang mengucapkan. Bahkan Yuni, Aris (keluarganya Edi – yang pernah jadi supir papi) memberikan ucapan selamat ulang tahun dan doa-doa. Dan masih banyak teman dan pihak lain (Telkomsel Jabar, Priority, ESQ) yang tidak lupa mengirimkan sms atau sekedar menuliskan di Face Book.

Walaupun aku sempat menangis tengah malam, tapi aku senang sekali karena begitu banyaknya yang perhatian sama aku. Oh iya bahkan ponakan-ponakanku tercinta menelpon aku. Mbak Ila yang hobinya cekikikan hanya tertawa-tertiwi aja ketika menelpon aku sambil berkata ’selamat ulang tahun bunda’…hhiihihii…

Umurku sekarang sudah 39 tahun. Tahun depan kata Dona ‘top fourty’…hihii…

Kalau mau mengikuti hati ini adalah perasaan sedih karena di umurku yang sudah tidak muda lagi (bahkan sudah dikira emak-emak. Emaknya si Aji-IT dan emaknya di Devi – ini lebih kurang ajar lagi!) aku bahkan gak punya pacar…eheheheh…Tapi masa aku mau menangisi dan meratapi nasibku? Sementara disisi lain banyak yang perlu aku syukuri terhadap Allah.

Ya Allah berikanlah umur yang berkah buat aku. Yang bisa menikmati apapun yang Engkau berikan kepadaku. Yang tetep bisa Istiqomah dijalan-Mu. Yang bisa bermanfaat buat siapa orang-orang yang membutuhkan bantuan dan doaku,Amin…Amin…Amin Ya Robal Alamin….

Surat untuk nya

•October 20, 2008 • Leave a Comment

Kepada kekasih yang meninggalkanku

Kenapa kamu ninggalin aku seperti ini? kamu bilang kamu sayang aku, kamu bilang kamu terlalu mencintai aku, kamu bilang aku terlalu berharga buat kamu. Tapi kemana kamu ketika aku terpuruk? Kamu bilang kamu depresi, kamu bilang kamu gak bisa tidur malam, kamu bilang kamu seperti berdiri di tepi jurang, kamu bilang kamu gak bisa makan, kamu bilang kamu depresi. Tapi sadarkah kamu kalau aku merasakan lebih sakit dari yang kamu rasakan? Ketika aku merasa di tolak, tidak diinginkan oleh keluarga kamu dan bahkan kamu meninggalkan aku dalam kesendirian. Tidak hanya sakit hati ini tapi badanku serasa ngilu dan sakit semua. Malam-malam dan hari-hari yang penuh dengan tangisan. Jangankan mau makan. Tidurpun aku sulit.  Depresi?? mungkin aku sudah sempet pada tahapan seperti itu. Untung lah Allah masih selalu melindungi aku.

Kemana cinta dan sayang yang sering kamu bilang selama setahun ini? kenapa kamu tega ninggalin aku seperti ini?

Malam yang menjadi saksi betapa aku tersiksa. Pagi yang sangat hampa kurasakan. Sampai kapan aku akan seperti ini….

Mungkin disana kamu udah berbahagia dengan orang lain. Kamu hanya menggunakan alasan ibumu untuk menolak menikahi aku. Mengapa kamu tega mempermainkan perasaanku.

Tapi apapun yang kamu lakuin terhadap aku, aku berusaha untuk tidak dendam kepada kamu, ibumu atau bahkan kakakmu. Aku selalu mohon ampunan untuk dosaku, dosamu, dosa ibumu, dosa kakakmu. Dan aku selalu berdoa untuk kebahagiaan kamu sekeluarga.

Semoga tidak akan ada perempuan lain yang kamu sakiti…Semoga kamu tidak akan pernah melupakan bahwa pernah ada perempuan yang pernah mencintai kamu dengan tulus dan ikhlas…..

Surat untuk Dede

•September 18, 2008 • Leave a Comment

Seandainya ada pesawat yang bisa membawaku terbang ke Syurga untuk menengokmu

Aku ingin melihat keadaamu disana adikku

Aku kangen canda ria dan rengekan-mu ketika meminta sesuatu kepadaku

Sekarang hidup kakakmu ini sepi sekali

Rindu kehadiranmu de’

Semoga kau disana bahagia, tenang dan damai bersama papi mami dipangkuan Ilahi Robbi…..

Doaku untuk Mami R.A. Bunyani Binti H. Moh. Ilyas

•September 18, 2008 • Leave a Comment

Ya Allah aku mohon kepadamu berikanlah pengganti dari setiap tetes keringat yang mengucur di sekujur tubuhnya ketika dia membesarkan kami dengan pahala yang berlipat ganda…..

Aku mohonkan kepada-Mu Ya Allah berikanlah pengganti dari setiap tetes darah yang telah dikeluarkannya untuk menghadirkan aku di dunia ini dengan ampunanmu untuk segala dosanya….

Ya Allah Ya Tuhan-ku Yang Pemurah dan Penyayang muliakanlah dirinya……

Ya Allah janganlah Kau ragu untuk memasukannya kedalam Syurga-Mu yang indah karena dia patut menerimanya…….

AMIN….AMIN YA ROBAL ALAMIN……..