Ujian

•October 28, 2009 • Leave a Comment

Allah sedang memberikan ujianNya kepadaku. Sepulangnya dari liburan bersama keluarga aku memeriksakan diriku ke dokter.  Apa yang dikatakan dan disarankan dokter membuatku tersentak, kaget dan sedih. Aku berusaha tegar tapi ternyata aku tidak cukup kuat untuk mendengarnya. Aku langsung pulang ke rumah dan menangis sejadi-jadinya. Aku memang sedih tapi yang lebih kurasakan adalah takut yang teramat sangat.

 

Teman, sahabat, keluarga dan orang-orang yang peduli sama aku menyarankan aku untuk memeriksakan ke dokter lainnya. Beberapa hari kemudian aku memeriksakan diri ke dokter lain. Alhamdulillah apa yang dokter itu katakan tidak seserem apa yang dikatakan dokter pertama. Memang tetap disarankan untuk di operasi tapi hanya untuk mengambil sesuatu yg tidak berguna di dalam tubuhku. Tapi tidak dengan mengangkat organ vitalku.

 

Umurku sudah hampir mencapai 40 (empat puluh) tahun. Umur yang tidak muda lagi untuk melahirkan. Aku yang sudah berusaha untuk ikhlas seandainya Allah tidak memberikan aku keturunan.  Walaupun aku masih punya keyakinani Allah bisa memberikan apa saja kepada umat yang DIA kehendaki.  Tapi ternyata aku tidak siap kalau rahimku diangkat. Aku ingin menjadi wanita yang sempurna Ya Allah…Kalaupun ENGKAU tidak mengijinkan aku memiliki keturunan langsung tapi aku tidak mengharapkan rahimku diambil.

 

Sekarang apapun yang orang sarankan agar bisa menyembuhkan myom ku itu aku lakuin. Misalnya minum susu kolestrom, mengkonsumsi kunyit putih juga aku lakukan. Aku bahkan juga pergi ke pengobatan alternatif atau Sinshe. Aku ingin sembuh dan terbebas dari myom dan segala macam penyakit Ya Allah,amin……

 

Dalam kondisiku yang saat ini tidak bersemangat, lesu, gak bergairah, unhappy, ketakutan, gelisah, dsb justru ujian lain dateng kepadaku. Memang mungkin hanya ujian kecil. Aku merasa ada beberapa pihak yang tidak membuat diriku nyaman. Ada teman yang ’menakut-nakuti’ aku mengenai penyakitku. Mungkin memang dia bermaksud baik tapi bagaimana seandainya itu menimpa dirinya? Belum lagi ketika seseorang butuh bantuanku tapi ketika dia sedang bahagia dia bahkan tidak mengingat atau bahkan mengundangku. Atau ada teman lainnya yang meremove nama aku di faecbooknya. Atau bahkan ada teman lain yang menjauh. Jujur aku sedih sekali. Tapi aku berusaha untuk sabar dan menerima ini semua sebagai ujian dalam hidupku. Buat aku, Allah memberikan aku penyakit ini pasti dengan maksud tertentu. Mungkin agar aku selalu mengingatNYA dan bersimpuh dihadapanNYA. Tentu aku tidak lupa intropeksi diri dengan tidak menyalahi orang-orang tersebut. Buat aku mereka tidak mau berteman sama aku lagi tidak menjadi masalah buat aku. Aku gak sungkan untuk meminta maaf seandainya pun aku salah. Setelah itu tidak ada kesempatan aku untuk merenungi hal tersebut berlarut-larut yang tentu tidak baik buat kesehatanku. Biarkan mereka bahagia dengan hidup mereka sendiri. Aku gak perlu membalas perbuatan mereka terhadapku. Karena aku sangat meyakini di dalam satu surat di Al-Quran dijelaskan bahwa apapun perbuatan manusia akan ada balasannya (baik di dunia maupun di akhirat kelak). Buat aku gak perlu aku yang membalas karena aku gak punya daya apa-apa. Biar kuserahkan semuanya kepada Allah dengan tidak lupa selalu memohon ampunan mereka dan memohon kepadaNYA agar mereka yang telah menyakiti hatiku, yang telah menzolimi aku, yang telah menyumpahi aku, yang telah membohongi aku, agar semua perbuatan mereka Allah hapuskan dan memberikan mereka kebahagiaan, rejeki dan kesehatan yang berlimpah,amin……

 

Kepada-Mu Ya Allah aku mohon agar Engkau memberikan aku kesabaran, ketabahan dan kebijaksanaan dalam menghadapi hidup ini,amin ya robal alamin…..

 

R A P U H

•October 28, 2009 • Leave a Comment

kau tak tahu betapa rapuhnya aku bagai lapisan tipis air yang beku sentuhan lembut kan hancurkan aku

walaupun cinta tak sempurna menghampiriku seketika ingin kau tahu betapa rapuhnya aku

kau tak tahu betapa rapuhnya aku … … … di masa lalu ku pernah mencintai sepenuh hati dan ku terluka,

luka membekas bekas meluas, luas samudera selamanya ku,

ku kan selalu ku kan selalu rapuh kau ingin tunjukkan kepada dunia tak hanya ada karena masa lalu tapi masih ada harapan bagi yang baru kau tawarkan ku sejuta harapan

namun kenangan itu tak pernah hilang ku ingin kau tahu betapa rapuhnya aku

kau datang bagai hujan basahi tanah hati tapi kau lihat sendiri luka ini

ku kan selalu rapuh

 

Joeniar Arif – Rapuh

Sepi, Kosong dan Jenuh

•August 27, 2009 • Leave a Comment

Lagi…dan lagi untuk yang kesekian kalinya daku melenguh…eh mengeluh….Tapi kemana lagi aku bercerita (selaen tentunya kepada Allah). 

Tingkat kejenuhanku yang amat sangat dimulai dari awal puasa. Rasanya setiap malem daku jadi stres ngebayangin besok harus ke kantor. Ngebayangin di kantor yang gak pernah ada kerjaannya. Mungkin buat sebagian orang hal tersebut sangat menyenangkan tapi tidak halnya bagiku.  Akibatnya aku ingin segera pulang kalau berada di Kantor. Sebenarnya bukan hal yang sulit pula buat aku bisa pulang lebih awal. Tapi lagi-lagi ngebayangin di rumah hanya aku dan kakakku yang sering pulang malam aku jadi males juga. Duuhh sebenarnya apa sih maunya akuuuuu??

Pokoknya aku jenuh berat. Aku gak tau apa yang kumau lagi……..

Phobia Office?

•August 13, 2009 • Leave a Comment

Entah kenapa setiap pagi sampai menjelang makan siang aku selalu lemes, ngantuk, gak semangat, gak hepi….payah deh pokoknya….tapi menjelang sore apalagi malem dikala orang-orang udah mulai ngantuk, mataku malah semakin terbuka lebar.  Kata temenku si Uni Novi itu ‘Phobia Office’. Kayanya bener juga sih ya. Coba deh kalau hari Jumat mana besoknya wiken ditambah mau ketemu sama temen-temen uuufffhh hati senangnya luar biasa. Kerja tuh jadi semangat deh….(Kerja?? perasaan lebih banyak gak kerjanya deh…hehe….)

Mungkin jenuh juga kali yah di kantor ini aku jarang banget punya kerjaan. Lebih sering chatting dan buka fesbuk. Rasanya ilmu gak nambah deh. Malah jadi tambah males. Ditambah kehidupan juga lagi biasa-biasa aja gak ada yang spesial.

Mungkin di waktu yang banyak senggangnya Allah memberikan kesempatan kepada aku untuk membantu teman-teman yang sedang mempunyai masalah dengan mendengarkan keluh kesah mereka.  Walaupun pada akhirnya kadang aku jadi capek lahir dan batin juga. Aku jadi memikirkan problem mereka. Hikmahnya aku jadi memiliki banyak ilmu yang aku pelajari dari kehidupan mereka.

Gimana doung yahh supaya daku bisa selalu semangat??  Atau aku harus meng-create perasaan happy dulu agar bisa semangat kali yaaaa??

Selamat Ulang Tahun

•April 27, 2009 • Leave a Comment

Selamat ulang tahun buat seseroang nun jauh disana…..Tiada kata yang dapat ku-ucapkan. Tiada SMS yang dapat kukirimkan. Hanya doa yang kupanjatkan kepada Allah untuk “Keselamatan, Kebahagiaan dan Kemudahan” dirimu di dunia,amin.

Aku tidak melupakan hari kelahiranmu. Tapi juga tidak bisa melupakan rasa sakit yang kau tinggalkan di hatiku.

Selamat Ulang Tahun teruntukmu……Semoga engkau panjang umur,murah rejeki, selalu sehat dan selalu bahagia bersama keluargamu,amin….

Pelajaran

•April 15, 2009 • Leave a Comment

Satu hal yang baru aku pelajari…….bahwa orang khususnya teman bisa berubah. Aku harus belajar memahami bahwa apa yang terjadi dahulu dan sekarang kondisinya jelas berubah. Apabila temanku dahulu pendiam bisa jadi sekarang dia berubah. Atau dahulu dia cuek sekarang berubah jadi perhatian.  Kalau dahulu dia tidak sensi tapi sekarang dia bisa berubah menjadi hyper sensitive….Kalau aku tidak mau dan tidak bisa memahami sulit buat aku bergaul dengan teman-temanku….Dan itu terjadi….

Jadi kalau sekarang teman-temanku ‘tidak sama lagi’, tidak sebaiknya aku hanya mengingat karakter dan sifatnya dahulu. Bisa jadi orang berubah…Kemaren-kemaren aku masih beranggapan dan mengingat mereka sama seperti dahulu akibatnya aku mengalami ‘perselisihan-persilisihan’ kecil…

Mungkin bukan hanya perselihan kecil. Bahkan ada seorang sahabat yang sepertinya benar-benar marah bahkan nama ku di YM listnya dia bikin ‘offline’…Tadinya aku marah, kesel, kecewa, sakit ati dan….seediihh….Kenapa orang (baca : sahabat) hanya melihat ‘keburukan’ temannya. Tidakkah dia melihat bahwa sahabatnya itu punya kebikan-kebaikan lainnya?

Tapi yang sudah berlalu biarkan lah berlalu…Biarkan lah waktu yang akan menyelesaikan….Buat aku saat ini, tidak mau terlalu memikirkan kesedihanku lagi…Kalau dia masih mengganggapku sahabat suatu hari dia akan datang lagi kepadaku (walaupun untuk sahabat satu ini rasanya tidak akan mungkin akan menyapaku duluan).

Yang terpenting aku tidak mempunyai dendam terhadap orang-orang yang pernah dekat dengan aku. Aku sudah meminta maaf dan aku juga sudah memaafkan siapapun yang telah menyakiti aku…..

Dia masih mengingat tanggal-tanggal penting

•January 16, 2009 • Leave a Comment

Kemaren tanggal 15 Januari 2009 tepat 17 tahun meninggalnya almarhumah ibunda yang sangat aku cintai. Biasanya ada seseorang yang mengingat hal-hal penting dalam hidupku. Kemarin aku tunggu emailnya tidak ada. Tadi pagi pun tidak ada. 

Sepuluh menit sebelum jam 12 siang ada sms masuk dari nomer yang tidak aku kenal.  Ternyata dari si emas. Dia masih mengingat tanggal meninggalnya mami…..

Kenapa dia masih mengingat tanggal-tanggal penting dalam hidupku?? Dia bahkan inget tanggal ulang tahun kakakku yang pertama.  Apakah dia masih belum bisa melupakan aku? Atau apakah dia masih menyayangiku??

Apakah masih perlu aku mempertanyakan hal tersebut?????? Yang sudah biarlah berlalu. Toh gak membuat aku ingin kembali seperti dulu……

Bersyukur

•January 14, 2009 • Leave a Comment

Hujan tiada henti sudah beberapa hari ini. Aku agak kesulitan kalau berangkat kerja. Tidak hanya macet tapi juga jalanan yang becek yang membuat celana/rok ku terkena cipratan tanah. Sejujurnya agak merepotkan. Apalagi aku baru beradaptasi dengan Jakarta kembali.

Kemarin waktu pulang kantor rasanya sedih juga sih. Udah seumuran aku masih naik kendaraan umum. Berbecek-becek di jalanan. Tapi itu kan salahku juga. Coba seandainya aku mau berhemat-hemat. Tentulah aku sudah bisa beli kendaraan sendiri…. Tapi terus aku ingat banyak yang harus bisa aku syukurin daripada harus mengeluh. Bersyukur bahwa aku masih punya pekerjaan walaupun hanya 3 bulan kedepan.  Bersyukur karena kekuasaanNya aku bisa dipindahin dari kantor di Banda Aceh ke Kantor di Jakarta. Dan yang aku dengar pula dengan gaji diusahakan sebagai tenaga khusus, Amin Alhamdulillah…Bahkan aku dengar beberapa karyawan yang di hire back sebagai tenaga outsourcing seperti aku, yang sudah sempet bekerja beberapa hari tapi diminta untuk berhenti dulu sampai ada kepastian. Waduh mendengar beritu itu hatiku sempat kebat-kebit juga. Tapi Alhamdulillah kata Vivi teman mess ku yang bekerja di bagian SDM dan juga atas anjuran mantan bosku Reza, aku tetap bekerja…Alhamdulillah….

Harusnya aku bersyukur karena banyak orang yang mempertanyakan dan mungkin sedikit iri kenapa aku bisa dipindahkan ke Jakarta? dan mungkin banyak yang mengira aku ‘lobbying’ dengan salah satu bos. Padahal tidak sama sekali. Aku yakin ini semua karena kekuasaan Allah SWT, amin…

Ya Allah terima kasih atas rahmat, berkat, rejeki dan nikmat yang KAU berikan kepadaku. Janganlah aku sampai melupakan dan mendustakanmu atas apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Tapi berikanlah keimanan dan ketakwaan yang terus bertambah dari hari ke hari, Amin…Amin Ya Robal Alamin!

Tergoda

•January 12, 2009 • Leave a Comment

Sabtu siang aku iseng-iseng mencoba men-sms ‘teman lama’ku. Ternyata dia merespon dengan menelpon dan mengajak pergi. Aku yang memang tidak siap untuk bermalam minggu sedang membereskan barang-barang yang aku bawa dari Banda Aceh yang belum sempat aku sentuh. Tapi dia bilang dia akan jemput aku jam 20:00. Akhirnya aku bersiap-siap.

Jam 19:30 aku sms dirinya dan mengatakan kalau aku sudah siap. Gak lama kemudian dia menelpon dan ternyata sudah berada di depan rumah. Mungkin dia sudah cukup lama menunggu di depan.

Sesuai janji kita ingin menonton atau ngopi-ngopi. Tapi TIDAK pergi ke apartemennya. Dia menyanggupi. Akhirnya kami pergi ke Djakarta Theater tapi karena film yang ingin aku tonton (Twilight) tidak ada aku gak mau. Walaupun sudah masuk ke dalam bioskop dan aku tidak jadi nonton dia tidak marah (aku baru menyadarinya walaupun kadang dia agak menyebalkan tapi dia hampir tidak pernah marah). Akhirnya kami makan di Rawon seputar Wahid Hasyim. Dari situ dia tetep ngajakin nonton. Di jalan dia mencari-cari info tentang film. Akhirnya kita meluncur ke Megaria yang gak terlalu jauh dari tempat kita makan. Tapi film yang aku ingin tonton tetep tidak ada. Dia bilang ngapain juga nonton film romantis kalau aku aja gak romantis…haha…Akhirnya kita nonton Transporter 3. Ternyata gak menyesal juga karena filmnya bagus dan pemainnya boleh juga…James Statham….sooo coooll…suka banget deh liat cowok kaya gitu…hihii…

Akhirnya setelah nonton aku mengajak pulang. Walaupun tampaknya dia masih ingin jalan.

Banyak hal yang tidak bisa aku ceritakan disini…Tapi yang pasti sekuat apapun aku bertahan aku tetap tergoda oleh bujuk rayunya….Tapi Alhamdulillah aku masih bisa bertahan pada batasan normal….

Baru 10 hari di Jakarta tapi aku sudah menerima godaan……

Walaupun aku enjoy pergi dengan dirinya tapi mengapa muka si emas itu yang terpampang jelas??? Mengapa aku jadi membandingkan dirinya dengan si emas?? uhuks….emas yang begitu menyayangi aku, memperlakukan aku bak seorang ratu….Tiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan…Gak sebaiknya aku ngebandingin seseorang dengan yang lainnya…..

Yang pasti aku sudah tergoda……Ya Allah lindungilah aku dari segala godaan yang memabuk-an ini…..

Pindah ke Jakarta

•January 7, 2009 • Leave a Comment

Sejak tanggal 31 Desember 2008 aku sudah kembali ke Jakarta karena kontrak kerja di Aceh sudah berakhir. Alhamdulillah aku masih dipercaya untuk membantu kantor perwakilan di Jakarta walaupun ada beberapa perbedaan bekerja di Aceh dengan di Jakarta tepatnya pendapatan yagn akan aku terima. Tapi aku tetap harus bersyukur memiliki pekerjaan.

Hidup di Jakarta ternyata membutuhkan adaptasi lagi. Dikarenakan aku tinggal di Banda Aceh hampir 3 tahun lamanya. Kondisi jalanan yang macet. Teman-teman yang ternyata tidak aku punyai, dan kondisi tinggal lagi bersama kakak tercinta. Tentunya banyak hal yang membuat aku sedikit stres menghadapinya.

Walaupun sedih meninggalkan Banda Aceh yang penuh dengan banyak kenangan tapi kembalinya aku ke Jakarta juga membuat aku lega. Bisa bertemu keponakanku lebih sering. Bisa ngopi bersama teman-teman dan yang pasti bisa jalan-jalan ke Mall lagi.

Beberapa hari yang lalu aku sempat kecewa dengan teman-teman dekatku. Aku mengajak mereka pergi tapi hanya segelintir teman yang bisa ketemu. Sedih atiku sebenarnya. Karena aku merasa hanya dibutuhkan oleh mereka ketika mereka sedang bersedih. Belum lagi masih dalam suasana libur aku disuruh ke kantor hanya untuk mengerjakan yang seharusnya sudah bukan pekerjaanku lagi. Tapi apa boleh buat dengan hati kesal aku tetap mengerjakan apa yang dibutuhkan oleh kantorku.

Kemaren aku sempet email-emailan sama sahabatku. Aku menceritakan bahwa aku habis membeli sepatu merk Charles & Keith. Temanku bilang dia mau beli masih mikir karena mahal. Padahal aku tau persis buat dia harga segitu gak mahal. Sepertinya dia mungkin mengira-ngira dengan kondisiku yang jauh lebih ‘rendah’ dari dia kok aku mampu membelinya…Mungkin aku sensi. Tapi aku yakin sekali bahwa begitulah mungkin yang ada di pikiran sahabatku itu.

Barusan juga aku chat sama teman kantorku yang lama. Dia baik sih menawarkan aku seandainya mau mengirimkan surat lamaran ke kantornya. Terus dia menanyakan gaji terakhirku. Aku sebutkan. Dan ternyata katanya gajiku lebih tinggi dari dia sedikit (padahal temenku itu hanya lulusan SMA). Terus dia tanya uang sebanyak itu berarti tabungannya banyak dong? Aku bilang gak ada. Aku balik tanya kedia berarti tabungan dia juga banyak dong? Dengan santainya dia bilang dengan penampilannya yang seperti dia (baca : keren, modis,…bla..bla) tentunya uang banyak kesedot untuk penampilannya yang wah itu. Oh iy a temanku bilang dengan gaji ’sebanyak’ itu dan aku tinggal di Aceh tentunya penampilan ‘tidak perlu’…Duhh..duhh…rasanya sombong sekali yah temanku itu….Seakan-akan hanya dia yang paling keren. Dan apa dia pikir Aceh primitif dan gak membutuhkan penampilan yang layak?

Begitulah ceritaku yang baru berada di Jakarta sudah seminggu. Ternyata banyak hal yang aku temuin dan membuatku kaget…..

Jakarta…oohhh Jakarta kenapa engkau bisa membuat teman-temanku berubah…….