Allah sedang memberikan ujianNya kepadaku. Sepulangnya dari liburan bersama keluarga aku memeriksakan diriku ke dokter. Apa yang dikatakan dan disarankan dokter membuatku tersentak, kaget dan sedih. Aku berusaha tegar tapi ternyata aku tidak cukup kuat untuk mendengarnya. Aku langsung pulang ke rumah dan menangis sejadi-jadinya. Aku memang sedih tapi yang lebih kurasakan adalah takut yang teramat sangat.
Teman, sahabat, keluarga dan orang-orang yang peduli sama aku menyarankan aku untuk memeriksakan ke dokter lainnya. Beberapa hari kemudian aku memeriksakan diri ke dokter lain. Alhamdulillah apa yang dokter itu katakan tidak seserem apa yang dikatakan dokter pertama. Memang tetap disarankan untuk di operasi tapi hanya untuk mengambil sesuatu yg tidak berguna di dalam tubuhku. Tapi tidak dengan mengangkat organ vitalku.
Umurku sudah hampir mencapai 40 (empat puluh) tahun. Umur yang tidak muda lagi untuk melahirkan. Aku yang sudah berusaha untuk ikhlas seandainya Allah tidak memberikan aku keturunan. Walaupun aku masih punya keyakinani Allah bisa memberikan apa saja kepada umat yang DIA kehendaki. Tapi ternyata aku tidak siap kalau rahimku diangkat. Aku ingin menjadi wanita yang sempurna Ya Allah…Kalaupun ENGKAU tidak mengijinkan aku memiliki keturunan langsung tapi aku tidak mengharapkan rahimku diambil.
Sekarang apapun yang orang sarankan agar bisa menyembuhkan myom ku itu aku lakuin. Misalnya minum susu kolestrom, mengkonsumsi kunyit putih juga aku lakukan. Aku bahkan juga pergi ke pengobatan alternatif atau Sinshe. Aku ingin sembuh dan terbebas dari myom dan segala macam penyakit Ya Allah,amin……
Dalam kondisiku yang saat ini tidak bersemangat, lesu, gak bergairah, unhappy, ketakutan, gelisah, dsb justru ujian lain dateng kepadaku. Memang mungkin hanya ujian kecil. Aku merasa ada beberapa pihak yang tidak membuat diriku nyaman. Ada teman yang ’menakut-nakuti’ aku mengenai penyakitku. Mungkin memang dia bermaksud baik tapi bagaimana seandainya itu menimpa dirinya? Belum lagi ketika seseorang butuh bantuanku tapi ketika dia sedang bahagia dia bahkan tidak mengingat atau bahkan mengundangku. Atau ada teman lainnya yang meremove nama aku di faecbooknya. Atau bahkan ada teman lain yang menjauh. Jujur aku sedih sekali. Tapi aku berusaha untuk sabar dan menerima ini semua sebagai ujian dalam hidupku. Buat aku, Allah memberikan aku penyakit ini pasti dengan maksud tertentu. Mungkin agar aku selalu mengingatNYA dan bersimpuh dihadapanNYA. Tentu aku tidak lupa intropeksi diri dengan tidak menyalahi orang-orang tersebut. Buat aku mereka tidak mau berteman sama aku lagi tidak menjadi masalah buat aku. Aku gak sungkan untuk meminta maaf seandainya pun aku salah. Setelah itu tidak ada kesempatan aku untuk merenungi hal tersebut berlarut-larut yang tentu tidak baik buat kesehatanku. Biarkan mereka bahagia dengan hidup mereka sendiri. Aku gak perlu membalas perbuatan mereka terhadapku. Karena aku sangat meyakini di dalam satu surat di Al-Quran dijelaskan bahwa apapun perbuatan manusia akan ada balasannya (baik di dunia maupun di akhirat kelak). Buat aku gak perlu aku yang membalas karena aku gak punya daya apa-apa. Biar kuserahkan semuanya kepada Allah dengan tidak lupa selalu memohon ampunan mereka dan memohon kepadaNYA agar mereka yang telah menyakiti hatiku, yang telah menzolimi aku, yang telah menyumpahi aku, yang telah membohongi aku, agar semua perbuatan mereka Allah hapuskan dan memberikan mereka kebahagiaan, rejeki dan kesehatan yang berlimpah,amin……
Kepada-Mu Ya Allah aku mohon agar Engkau memberikan aku kesabaran, ketabahan dan kebijaksanaan dalam menghadapi hidup ini,amin ya robal alamin…..

Recent Comments