Menggelisahkan

Tttiiit…tiiitt…sms itu masuk pada pukul 22:32:54. Pengirimnya : Novi. Isi pesannya : Mpok, gw tiba2 inget lo ama devi. lo kira-kira udah ada tanda-tanda mendekati married blm? Janji ama gw yaaah, kl msh jauh n ngk jelas, lbh baik putusin aja, cr yg lain, don’t waste your time focusing on one!

Duh..duh..mungkin buat sebagian banyak orang isi pesan tersebut amat sangat biasa dan hanya dikirimkan oleh seorang teman yang concern terhadap temannya. Tapi buat aku? hmm…hal itu bener-bener amat mengganggu perasaanku.  Apa sih yang ada di pikiran orang-orang? apakah ujung suatu kebahagiaan itu pernikahan???

Aku mengerti sekali apabila banyak orang-orang disekelilingku mempertanyakan kapan aku menikah. Apalagi dengan kondisi sekarang dimana Alhamdulillah aku sudah memiliki teman dekat. Mungkin mereka ingin sekali melihat aku menikah dan memiliki anak seperti yang lainnya. Tapi buat aku semua itu terasa seperti tuntutan. Aku sendiri amat sangat ingin menikah. Tapi buat aku itu semua butuh proses. Dengan pengalamanku dimasa lalu terhadap banyak lelaki tentulah perlu extra ati-ati agar tidak terjebak dalam suatu kepedihan yang amat dalam lagi. Selain itu kita juga sedang menunggu lampu hijau dari ibundanya. Tentulah untuk ngomong sama ibunya perlu waktu khusus, perlu melihat situasi dan kondisi ibunya yang saat ini masih dalam masa recovering setelah sakit beberapa waktu lalu. Mas-ku juga gak mau gegabah berbicara dengan ibundanya. Karena yang kita perjuangkan ini untuk masa depan kita.

Tapi kenapa orang-orang disekelilingku jadi seperti ‘menuntut’? apakah mereka merasakan kondisi aku saat ini? mereka yang mempertanyakan dan ‘menuntut’ aku untuk menikah itu memiliki kondisi yang jauh lebih baik dari aku. Memiliki orang tua, memiliki materi berlebih, tidak pacaran jarak jauh, dsb..dsb…dsb…Sementara aku? harus memperjuangkan apapun sendirian…tentulah banyak sekali pertimbangan-pertimbangan buat aku dan mas-ku dalam kita menikah nanti.

 Aku capek, lelah, letih dengan begitu banyak pertanyaan ‘kapan aku menikah’? mungkin akan lebih baik kalau orang tetep melihatku sebagai Fitri yang perawan tua, yang terlihat jutek dan galak karena gak memiliki pacar.

God, help me please…how am I supposed to answer all those kind of ‘questions’? 

~ by slimlonglegs on February 19, 2008.

One Response to “Menggelisahkan”

  1. coz they love you, mpok! Thats the answer. Gak usah pusing, secara itu pertanyaan paling jamak di dunia. Tapi khusus buat elu, u have to focusing on him. Insya Allah kalo emang jodoh, semua dipermudah. Amien..

Leave a Reply