Ketika harus memilih…..

Pagi-pagi sampe kantor aku udah baca blog-nya Vika temen mess aku. Aku bener-bener terkesan dengan kata-katanya. Cukup dalem dan bermakna. Aku sampai membacanya berulang kali.

Mungkin Vika terinspirasi dengan keadaan sahabat kita. Dan juga mungkin dari pengalamannya di masa lalu. Sebenarnya gak hanya Vika ataupun sahabat kita itu yang mengalami masa-masa sulit ketika harus memilih. Aku pun pernah ada di dalam situasi seperti itu berkali-kali. Sakitnya jangan ditanya. Karena sakit sekali! Sehari dua hari sampai mungkin seminggu air mata terus tumpah.  Malam hari dimana orang sudah terlelap tapi mata tidak pernah bisa dipicingkan kecuali ketika harus menenggak antimo ataupun obat batuk supaya bisa terlelap tanpa pikiran akan lelaki yang telah membuat hati tidak pernah tenang. Bahkan pernah suatu hari aku bersama sahabatku duduk di bar di Pisa Cafe, ketika pemain band nya memainkan musik mellow kalo gak salah saat itu lagunya Ari Laso. Aku lupa judulnya. Tiba-tiba tanpa kusadari air mataku menetes teringat akan dirinya…

Aku benci akan keadaanku saat itu. Kenapa aku selalu jatuh bangun kalau sudah berurusan dengan lelaki. Kenapa aku harus menangis dan membuatku murung berhari-hari. Dan yang lebih parahnya, terjadi tahun lalu. Aku sakit lahir maupun batin. Sakit karena aku memiliki cinta terlarang. Dan ketika aku harus memilih untuk back off dari kehidupannya. Hampir tiap hari aku sakit. Pertama hanya sakit biasa, sekedar masuk angin. Tapi lama kelamaan pundakku yang kiri sakit dan bahkan membuat dadaku sesak. Beberapa hari aku tidak bisa tidur karena sulit bernapas karena sesak di dada. Aku periksakan diriku ke dokter. Aku disuruh periksa darah. Alhamdulillah hasilnya bagus. Tapi keadaanku tidak juga membaik. Aku periksakan lagi. Dokter menyarankan aku untuk USG perut untuk memperiksakan lambung dan empedu-ku. Lagi-lagi Alhamdulillah hasilnya baik dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi sekali lagi keadaanku juga belum membaik. Hampir tiap hari aku merasakan sakit di pundak kiriku dan dadaku terutama untuk bernapas. Akhirnya aku disarankan dokter lagi untuk memeriksakan jantung. Aku sampai memeriksakannya 2x. Yang pertama di Banda Aceh. Yang kedua bahkan secara khusus aku ke Jakarta, ke RSCM ke ahli spesialis jantung. Aku diperiksa EKG, USG jantung (aku lupa namanya) dan bahkan treadmill atas pengawasan dokter dan suster disana. Alhamdulillah hasilnya bagus. Tapi aku tetap merasakan sakit di dada.

Pada akhirnya Alhamdulillah aku sembuh. Selain obat dari dokter. Aku pun berusaha untuk bangkit lagi. Berusaha ikhlas menjalani hidup tanpa dirinya. Dan tidak lupa aku bertaubat kepada-Nya. Memohon ampunannya….Aku selalu meyakini Allah akan memberikan yang terbaik buat aku. Insya Allah DIA akan memberikan seorang laki-laki yang baik dan tepat buat aku, Amin!.  Bukan seorang laki-laki yang telah dimiliki oleh orang lain, bukan pula seorang laki-laki pendusta, dan tidak juga seorang lelaki munafik dan tidak bertanggung jawab. Saat ini kuserahkan hidup dan nasibku semua kepada Allah. Karena hanya DIA lah segala sesuatunya terjadi.

Aku tidak pernah menyesal bertemu dengan banyak orang yang salah. Karena seperti kata-kata yang kukutip dari blog-nya Vika, “Yakinlah dalam setiap kehidupan, kita akan melalui seribu orang yang tidak tepat hingga akhirnya menemukan satu yang paling tepat”. Aku pun meyakini Insya Allah aku akan menemukan orang yang paling tepat, Amin! Mudah-mudahan doaku ini akan terwujud tahun ini, Amin Ya Robal Alamin!

~ by slimlonglegs on February 21, 2008.

One Response to “Ketika harus memilih…..”

  1. Duh jangan sampe cakit gitu donk! Jadi ya, mpok.. Jangan ijinkan orang menyakiti hatimu tanpa seijinmu… Piss!!

Leave a Reply