Ketika hidayah itu datang….
Siang tadi temen kantorku mampir ke ruanganku untuk suatu urusan kerja. Entah darimana awal ceritanya ketika dengan mata berkaca-kaca dia menceritakan dirinya yang baru saja bertaubat.
Dia cerita kalau dahulu dia hidup penuh dengan kemaksiatan. Lidah untuk mengecap minuman keras, badaniah untuk kenikmatan sesaat bersama lelaki, mulut untuk mengisap ganja, astagfirullah! Belum lagi hujatannya kepada pemilik alam semesta ini. Sampai suatu ketika dia naik pesawat dan berharap pesawatnya jatuh. Entah apa yang ada di pikirannya. Tapi kenyataan lain dia tiba di tempat tujuan dengan selamat. Bisa bertemu kembali dengan anak dan ibunya.
Sampai suatu ketika dia menangis mengingat Allah. Saat itulah dia mulai bersujud kehadapan Ilahi Rabbi. Memohon ampunannya. Suatu pagi ketika dia ingin pergi ke dapur tiba-tiba dia terjatuh tidak bisa berdiri. Punggung seperti sakit. Dia menangis mengingat Allah. Keimanannya terus bertambah. Dalam atinya dia berpikir apapun yang Allah kehendaki dalam hitungan detik apapun bisa terjadi, Subhanallah!
Aku terharu mendengar ceritanya. Akupun merinding dan mataku berkaca-kaca. Dia mencium aku. Alhamdulillah kupanjatkan kehadiratmu Ya Allah bahwa ada seorang hamba-mu yang bertaubat. Hal itu mengingatkan akan kejadian beberapa tahun lalu. Ketika aku merasa hidupku susah. Terlalu banyak ujian dan cobaan yang berat menimpa aku. Ada seorang sahabat dan seorang ustad di kantorku yang mengingatkan aku untuk bertaubat nasuha. Aku bilang bahwa aku selalu sholat taubat hampir setiap malam. Tapi temanku melihat bahwa taubatku belum ’sempurna’. Hal itu bisa terlihat dari cara berpakaianku yang masih duniawi sekali. Rok mini setengah paha. Belum lagi aku masih melakukan hal yang dilarang oleh Allah. Sampai suatu hari…..
Temanku Anya mengingatkan aku untuk sholat Istikarah dan membuka lembaran Al-Quran. Aku melakukannya di malam hari selesai sholat Isya. Subhanallah lembaran Al-Quran terbuka. Aku lupa nama surah nya. Tapi disitu di tuliskan bertaubatlah….Allah akan memberikan rejekinya dari segala arah……Aku kontan menangis membacanya. Besok nya lagi dan besoknya lagi aku melakukan hal yang sama dan lebih sering terbuka lembaran yang ‘meminta’ aku untuk bertaubat…..Aku merasakan bahwa inilah saatnya aku harus bertaubat. Malam-malamku kadang kuisi dengan Sholat mohon ampunannya. Pelan-pelan aku mulai menjauhi larangan-Nya. Aku mulai memakai pakaian yang lebih sopan. Rok mini telah kutinggalkan….
Sampai suatu ketika Ayahandaku meninggal. Selang 8 bulan kemudian aku di PHK oleh kantorku dengan alasan pengurangan pegawai. Sedih atiku tak terkira. Tapi aku meyakini ini jalan yang telah Allah berikan untuk aku. Aku menerimanya dengan ikhlas. Ujian untuk aku belum berhenti disitu saja. Saat aku tidak bekerja aku merawat adikku yang sedang sakit keras saat itu (6 bulan kemudian adikku menghembuskan napasnya dan meninggalkan orang-orang yang mencintainya).
Ujian datang bertubi-tubi tapi aku tetap berusaha berjalan di jalan-Nya. Lambat laun Alhamdulillah kesulitanku berkurang sedikit demi sedikit. Dan bahkan Allah memberikan hadiah dan mengundang aku ke Tanah Suci, Subhanallah!
Keimanan manusia bergerak seperti grafik. Kadang dia naik kadang bisa turun. Begitupun halnya dengan aku. Aku hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Tapi aku bersyukur Allah telah memberikan teguran kepada aku dan Alhamdulillah telah memberikan hidayah-Nya kepadaku.
Sekarang Alhamdulillah aku telah memakai hijab yang mungkin dahulu belum sempat terpikirkan olehku. Dan bahkan ketika orang-orang melihat perubahan besar di diriku mereka hampir tidak percaya! Bisa dibayangkan aku yang dahulu tiap hari pergi ke kantor dengan rok yang amat sangat mini sekarang Alhamdulillah telah menutup aurat. Bahkan mantan bos ku seorang Amerika tidak percaya kalau aku telah berubah. Tapi aku belum mau takabur. Karena jalan masih terbentang luas. Mungkin masih banyak halangan dan rintangan di depan mataku. Aku pun masih merasa belum ‘bersih’. Keimananku pun masih segaris tipis. Hanya doa yang bisa kupanjatkan kepada Allah agar aku tetap Istiqomah di jalan-Mu Ya Allah!
Semoga banyak di antara teman-temanku yang diberikan kesempatan berupa hidayah oleh Allah SWT, Amin Ya Robal Alamin!

ada rencana mo pake rok mini lagi gak..??? hiks.. hiks..
“Bahwa seorang lelaki telah mencium seorang perempuan, lalu orang datang menemui Nabi saw. untuk menceritakan hal itu kepada beliau. Maka turunlah ayat: Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus dosa perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang mau ingat. Lelaki itu bertanya: Apakah ayat ini untukku, wahai Rasulullah? Rasulullah saw. bersabda: Untuk siapa saja di antara umatku yang melakukan hal itu. (Shahih Muslim No.4963)