Kadaluarsa
Ntah untuk yang keberapa kalinya aku merasakan kesedihan, kekesalan, kemarahan dan lelah yang amat sangat….Tapi kepada siapa aku bisa menyalahkan ini semua?????
Bulan ini adalah bulan dimana aku minta ‘kepastian’. Bulan depan atau bulan Agustus adalah bulan yang semula kami rencanakan sebagai bulan bahagia. Bulan depan akan datang tidak lama lagi. Tapi ‘kepastian’ itu belum terlihat. Ketika aku mempertanyakan selalu berujung dengan pertengkaran. Aku dibilang tidak mau mengerti kondisinya saat ini. Aku dituduh ingin ‘membunuh ibunya’. Astagfirullah! Nauzubillah…Rasanya aku bukan manusia seperti itu. Aku orang yang sangat menyayangi, menghormati dan menghargai orang tua. Apalagi ibunya Insya Allah akan menjadi ibuku juga. Mana mungkin aku punya pemikiran seperti itu???
Atau mungkin dia benar. Aku seakan-akan ingin membunuh ibunya karena aku tidak mau mengerti kondisinya saat ini. Ibunya belum sepenuhnya pulih dari stroke yang sempet mendera ibunya beberapa waktu yang lalu. Tapi sampai kapan aku harus menunggu? Ibarat susu ultra yang telah mendekati kadaluarsa. Aku pun seperti itu. Umurku tidak muda lagi. Apa aku masih mampu memberikan seorang anak kelak?
Rasanya aku ingin berlari menjauh atau pergi meninggalkannya. Tapi apa aku sanggup? Sebelas bulan bukan waktu yang singkat bagi kita berdua membina hubungan jarak jauh yang tentunya amat sangat tidak mudah.
Apa yang harus kulakukan? menunggu??? atau pergi menjauh dan meninggalkan dirinya????
Untuk yang kesetriluin kalinya aku membutuhkan pertolongan-Mu Ya Allah…..karena tidak ada tempat buat aku menceritakan ini semua kepada orang-orang. Karena akan semakin memperuwet kondisiku saat ini…..

ganti aja jadi susu cap nona.. gak ada kadaluarsa-nya ! Hhahahahaha…