Ulang Tahun

Senengnya pada saat hari ulang tahunku begitu banyak yang mengucapkan dan mendoakan.  Kadang-kadang suka tidak menyangka begitu banyak yang masih perhatian terhadap diriku ini.

Sehari sebelum ulang tahunku bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, aku berkumpul bersama keluargaku, Om Husni dan istrinya Kak Ely beserta beberapa anak yatim yang sengaja diundang untuk mendoakan aku.  Ternyata di hari tersebut aku mulai sakit. Sampai malam menjelang hari kelahiranku, badanku terasa sangat tidak enak. Jam 21:00 aku sudah men-silent-kan hp dan bermaksud untuk tidur nyenyak.

Tepat jam 00:01:33 aku terbangun. Ternyata ada sms buat aku (padahal hp dalam keadaan silent). SMS dari dirinya. Aku langsung menangis. Aku gak tau apa tepatnya yang kurasakan. Seneng dia masih inget ulang tahun aku. Tapi sekaligus membuat luka yang hampir mengering kembali basah terkoyak…..Kenapa dia melakukan ini terhadap aku? Apalagi dengan kata-katanya bahwa dia ‘gak akan pernah bisa melupakan aku’….Kalau dia tidak akan pernah bisa melupakan aku kenapa dia pergi menghilang? Dan kenapa dia menggunakan nomer HP yang tidak biasa dia pakai? (dalam artian dia sudah tidak memakai nomer-nomer lama).  Apakah dia berpikir aku akan mengejar-ngejarnya?!!? Dia mengucapkan kata-kata yang sangat manis tapi sebenarnya dia sedang melemparkan aku ke jurang yang sangat dalam.  Tengah malem itu aku menangis. Menangis karena aku masih inget dia. Menangis karena badanku juga sakit. SMS dari dia begitu dahsyatnya mengakibatkan dadaku juga sakit….Aku mencoba bangun untuk berwudhu dan untuk sholat Tahajud tapi ternyata malam itu aku demam berat. Dengan sedihnya aku tertidur lagi.

Tidak lama setelah itu sampai ke-esokan harinya masih banyak yang mengucapkan. Bahkan Yuni, Aris (keluarganya Edi – yang pernah jadi supir papi) memberikan ucapan selamat ulang tahun dan doa-doa. Dan masih banyak teman dan pihak lain (Telkomsel Jabar, Priority, ESQ) yang tidak lupa mengirimkan sms atau sekedar menuliskan di Face Book.

Walaupun aku sempat menangis tengah malam, tapi aku senang sekali karena begitu banyaknya yang perhatian sama aku. Oh iya bahkan ponakan-ponakanku tercinta menelpon aku. Mbak Ila yang hobinya cekikikan hanya tertawa-tertiwi aja ketika menelpon aku sambil berkata ’selamat ulang tahun bunda’…hhiihihii…

Umurku sekarang sudah 39 tahun. Tahun depan kata Dona ‘top fourty’…hihii…

Kalau mau mengikuti hati ini adalah perasaan sedih karena di umurku yang sudah tidak muda lagi (bahkan sudah dikira emak-emak. Emaknya si Aji-IT dan emaknya di Devi – ini lebih kurang ajar lagi!) aku bahkan gak punya pacar…eheheheh…Tapi masa aku mau menangisi dan meratapi nasibku? Sementara disisi lain banyak yang perlu aku syukuri terhadap Allah.

Ya Allah berikanlah umur yang berkah buat aku. Yang bisa menikmati apapun yang Engkau berikan kepadaku. Yang tetep bisa Istiqomah dijalan-Mu. Yang bisa bermanfaat buat siapa orang-orang yang membutuhkan bantuan dan doaku,Amin…Amin…Amin Ya Robal Alamin….

~ by slimlonglegs on December 11, 2008.

Leave a Reply