Pindah ke Jakarta
Sejak tanggal 31 Desember 2008 aku sudah kembali ke Jakarta karena kontrak kerja di Aceh sudah berakhir. Alhamdulillah aku masih dipercaya untuk membantu kantor perwakilan di Jakarta walaupun ada beberapa perbedaan bekerja di Aceh dengan di Jakarta tepatnya pendapatan yagn akan aku terima. Tapi aku tetap harus bersyukur memiliki pekerjaan.
Hidup di Jakarta ternyata membutuhkan adaptasi lagi. Dikarenakan aku tinggal di Banda Aceh hampir 3 tahun lamanya. Kondisi jalanan yang macet. Teman-teman yang ternyata tidak aku punyai, dan kondisi tinggal lagi bersama kakak tercinta. Tentunya banyak hal yang membuat aku sedikit stres menghadapinya.
Walaupun sedih meninggalkan Banda Aceh yang penuh dengan banyak kenangan tapi kembalinya aku ke Jakarta juga membuat aku lega. Bisa bertemu keponakanku lebih sering. Bisa ngopi bersama teman-teman dan yang pasti bisa jalan-jalan ke Mall lagi.
Beberapa hari yang lalu aku sempat kecewa dengan teman-teman dekatku. Aku mengajak mereka pergi tapi hanya segelintir teman yang bisa ketemu. Sedih atiku sebenarnya. Karena aku merasa hanya dibutuhkan oleh mereka ketika mereka sedang bersedih. Belum lagi masih dalam suasana libur aku disuruh ke kantor hanya untuk mengerjakan yang seharusnya sudah bukan pekerjaanku lagi. Tapi apa boleh buat dengan hati kesal aku tetap mengerjakan apa yang dibutuhkan oleh kantorku.
Kemaren aku sempet email-emailan sama sahabatku. Aku menceritakan bahwa aku habis membeli sepatu merk Charles & Keith. Temanku bilang dia mau beli masih mikir karena mahal. Padahal aku tau persis buat dia harga segitu gak mahal. Sepertinya dia mungkin mengira-ngira dengan kondisiku yang jauh lebih ‘rendah’ dari dia kok aku mampu membelinya…Mungkin aku sensi. Tapi aku yakin sekali bahwa begitulah mungkin yang ada di pikiran sahabatku itu.
Barusan juga aku chat sama teman kantorku yang lama. Dia baik sih menawarkan aku seandainya mau mengirimkan surat lamaran ke kantornya. Terus dia menanyakan gaji terakhirku. Aku sebutkan. Dan ternyata katanya gajiku lebih tinggi dari dia sedikit (padahal temenku itu hanya lulusan SMA). Terus dia tanya uang sebanyak itu berarti tabungannya banyak dong? Aku bilang gak ada. Aku balik tanya kedia berarti tabungan dia juga banyak dong? Dengan santainya dia bilang dengan penampilannya yang seperti dia (baca : keren, modis,…bla..bla) tentunya uang banyak kesedot untuk penampilannya yang wah itu. Oh iy a temanku bilang dengan gaji ’sebanyak’ itu dan aku tinggal di Aceh tentunya penampilan ‘tidak perlu’…Duhh..duhh…rasanya sombong sekali yah temanku itu….Seakan-akan hanya dia yang paling keren. Dan apa dia pikir Aceh primitif dan gak membutuhkan penampilan yang layak?
Begitulah ceritaku yang baru berada di Jakarta sudah seminggu. Ternyata banyak hal yang aku temuin dan membuatku kaget…..
Jakarta…oohhh Jakarta kenapa engkau bisa membuat teman-temanku berubah…….

Leave a Reply