Ulang Tahun

•December 11, 2008 • Leave a Comment

Senengnya pada saat hari ulang tahunku begitu banyak yang mengucapkan dan mendoakan.  Kadang-kadang suka tidak menyangka begitu banyak yang masih perhatian terhadap diriku ini.

Sehari sebelum ulang tahunku bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, aku berkumpul bersama keluargaku, Om Husni dan istrinya Kak Ely beserta beberapa anak yatim yang sengaja diundang untuk mendoakan aku.  Ternyata di hari tersebut aku mulai sakit. Sampai malam menjelang hari kelahiranku, badanku terasa sangat tidak enak. Jam 21:00 aku sudah men-silent-kan hp dan bermaksud untuk tidur nyenyak.

Tepat jam 00:01:33 aku terbangun. Ternyata ada sms buat aku (padahal hp dalam keadaan silent). SMS dari dirinya. Aku langsung menangis. Aku gak tau apa tepatnya yang kurasakan. Seneng dia masih inget ulang tahun aku. Tapi sekaligus membuat luka yang hampir mengering kembali basah terkoyak…..Kenapa dia melakukan ini terhadap aku? Apalagi dengan kata-katanya bahwa dia ‘gak akan pernah bisa melupakan aku’….Kalau dia tidak akan pernah bisa melupakan aku kenapa dia pergi menghilang? Dan kenapa dia menggunakan nomer HP yang tidak biasa dia pakai? (dalam artian dia sudah tidak memakai nomer-nomer lama).  Apakah dia berpikir aku akan mengejar-ngejarnya?!!? Dia mengucapkan kata-kata yang sangat manis tapi sebenarnya dia sedang melemparkan aku ke jurang yang sangat dalam.  Tengah malem itu aku menangis. Menangis karena aku masih inget dia. Menangis karena badanku juga sakit. SMS dari dia begitu dahsyatnya mengakibatkan dadaku juga sakit….Aku mencoba bangun untuk berwudhu dan untuk sholat Tahajud tapi ternyata malam itu aku demam berat. Dengan sedihnya aku tertidur lagi.

Tidak lama setelah itu sampai ke-esokan harinya masih banyak yang mengucapkan. Bahkan Yuni, Aris (keluarganya Edi – yang pernah jadi supir papi) memberikan ucapan selamat ulang tahun dan doa-doa. Dan masih banyak teman dan pihak lain (Telkomsel Jabar, Priority, ESQ) yang tidak lupa mengirimkan sms atau sekedar menuliskan di Face Book.

Walaupun aku sempat menangis tengah malam, tapi aku senang sekali karena begitu banyaknya yang perhatian sama aku. Oh iya bahkan ponakan-ponakanku tercinta menelpon aku. Mbak Ila yang hobinya cekikikan hanya tertawa-tertiwi aja ketika menelpon aku sambil berkata ’selamat ulang tahun bunda’…hhiihihii…

Umurku sekarang sudah 39 tahun. Tahun depan kata Dona ‘top fourty’…hihii…

Kalau mau mengikuti hati ini adalah perasaan sedih karena di umurku yang sudah tidak muda lagi (bahkan sudah dikira emak-emak. Emaknya si Aji-IT dan emaknya di Devi – ini lebih kurang ajar lagi!) aku bahkan gak punya pacar…eheheheh…Tapi masa aku mau menangisi dan meratapi nasibku? Sementara disisi lain banyak yang perlu aku syukuri terhadap Allah.

Ya Allah berikanlah umur yang berkah buat aku. Yang bisa menikmati apapun yang Engkau berikan kepadaku. Yang tetep bisa Istiqomah dijalan-Mu. Yang bisa bermanfaat buat siapa orang-orang yang membutuhkan bantuan dan doaku,Amin…Amin…Amin Ya Robal Alamin….

Surat untuk nya

•October 20, 2008 • Leave a Comment

Kepada kekasih yang meninggalkanku

Kenapa kamu ninggalin aku seperti ini? kamu bilang kamu sayang aku, kamu bilang kamu terlalu mencintai aku, kamu bilang aku terlalu berharga buat kamu. Tapi kemana kamu ketika aku terpuruk? Kamu bilang kamu depresi, kamu bilang kamu gak bisa tidur malam, kamu bilang kamu seperti berdiri di tepi jurang, kamu bilang kamu gak bisa makan, kamu bilang kamu depresi. Tapi sadarkah kamu kalau aku merasakan lebih sakit dari yang kamu rasakan? Ketika aku merasa di tolak, tidak diinginkan oleh keluarga kamu dan bahkan kamu meninggalkan aku dalam kesendirian. Tidak hanya sakit hati ini tapi badanku serasa ngilu dan sakit semua. Malam-malam dan hari-hari yang penuh dengan tangisan. Jangankan mau makan. Tidurpun aku sulit.  Depresi?? mungkin aku sudah sempet pada tahapan seperti itu. Untung lah Allah masih selalu melindungi aku.

Kemana cinta dan sayang yang sering kamu bilang selama setahun ini? kenapa kamu tega ninggalin aku seperti ini?

Malam yang menjadi saksi betapa aku tersiksa. Pagi yang sangat hampa kurasakan. Sampai kapan aku akan seperti ini….

Mungkin disana kamu udah berbahagia dengan orang lain. Kamu hanya menggunakan alasan ibumu untuk menolak menikahi aku. Mengapa kamu tega mempermainkan perasaanku.

Tapi apapun yang kamu lakuin terhadap aku, aku berusaha untuk tidak dendam kepada kamu, ibumu atau bahkan kakakmu. Aku selalu mohon ampunan untuk dosaku, dosamu, dosa ibumu, dosa kakakmu. Dan aku selalu berdoa untuk kebahagiaan kamu sekeluarga.

Semoga tidak akan ada perempuan lain yang kamu sakiti…Semoga kamu tidak akan pernah melupakan bahwa pernah ada perempuan yang pernah mencintai kamu dengan tulus dan ikhlas…..

Surat untuk Dede

•September 18, 2008 • Leave a Comment

Seandainya ada pesawat yang bisa membawaku terbang ke Syurga untuk menengokmu

Aku ingin melihat keadaamu disana adikku

Aku kangen canda ria dan rengekan-mu ketika meminta sesuatu kepadaku

Sekarang hidup kakakmu ini sepi sekali

Rindu kehadiranmu de’

Semoga kau disana bahagia, tenang dan damai bersama papi mami dipangkuan Ilahi Robbi…..

Doaku untuk Mami R.A. Bunyani Binti H. Moh. Ilyas

•September 18, 2008 • Leave a Comment

Ya Allah aku mohon kepadamu berikanlah pengganti dari setiap tetes keringat yang mengucur di sekujur tubuhnya ketika dia membesarkan kami dengan pahala yang berlipat ganda…..

Aku mohonkan kepada-Mu Ya Allah berikanlah pengganti dari setiap tetes darah yang telah dikeluarkannya untuk menghadirkan aku di dunia ini dengan ampunanmu untuk segala dosanya….

Ya Allah Ya Tuhan-ku Yang Pemurah dan Penyayang muliakanlah dirinya……

Ya Allah janganlah Kau ragu untuk memasukannya kedalam Syurga-Mu yang indah karena dia patut menerimanya…….

AMIN….AMIN YA ROBAL ALAMIN……..

Rindu

•September 18, 2008 • Leave a Comment

Ketika kumendengar namamu

Ketika ku teringat kepadamu

Hati ini bergejolak tak menentu

Air mata tidak dapat kubendung

Aku rindu kepadamu

Rindu cinta kasihmu, kehangatanmu, candamu

Mungkinkah kita masih bisa berjumpa kelak dikemudian hari?

Ketika bahkan jarak, waktu dan ruang telah memisahkan kita

Ketika batasan itu sulit ditembus

Satu hal yang bisa kuyakini aku sangat mencintaimu

Dirimu selalu ada di dalam hatiku

I love you papi…..Aku rindu kepadamu….Semoga Allah mempertemukan kita kembali kelak di Akhirat nanti di Syurga Janatul Naim, Amin!

Harapan yang masih bersisa….

•September 3, 2008 • Leave a Comment

Ketika asa hampir padam

Keinginan masih bergolak

Akankah keberuntungan masih berpihak kepadaku?

Akankah keajaiban mendatangiku?

Hanya waktu yang akan menjawab ini semua…….

Kadaluarsa

•July 16, 2008 • 1 Comment

Ntah untuk yang keberapa kalinya aku merasakan kesedihan, kekesalan, kemarahan dan lelah yang amat sangat….Tapi kepada siapa aku bisa menyalahkan ini semua?????

Bulan ini adalah bulan dimana aku minta ‘kepastian’. Bulan depan atau bulan Agustus adalah bulan yang semula kami rencanakan sebagai bulan bahagia. Bulan depan akan datang tidak lama lagi. Tapi ‘kepastian’ itu belum terlihat. Ketika aku mempertanyakan selalu berujung dengan pertengkaran. Aku dibilang tidak mau mengerti kondisinya saat ini. Aku dituduh ingin ‘membunuh ibunya’. Astagfirullah! Nauzubillah…Rasanya aku bukan manusia seperti itu. Aku orang yang sangat menyayangi, menghormati dan menghargai orang tua. Apalagi ibunya Insya Allah akan menjadi ibuku juga. Mana mungkin aku punya pemikiran seperti itu???

Atau mungkin dia benar. Aku seakan-akan ingin membunuh ibunya karena aku tidak mau mengerti kondisinya saat ini. Ibunya belum sepenuhnya pulih dari stroke yang sempet mendera ibunya beberapa waktu yang lalu. Tapi sampai kapan aku harus menunggu? Ibarat susu ultra yang telah mendekati kadaluarsa. Aku pun seperti itu. Umurku tidak muda lagi. Apa aku masih mampu memberikan seorang anak kelak?

Rasanya aku ingin berlari menjauh atau pergi meninggalkannya. Tapi apa aku sanggup? Sebelas bulan bukan waktu yang singkat bagi kita berdua membina hubungan jarak jauh yang tentunya amat sangat tidak mudah.

Apa yang harus kulakukan? menunggu??? atau pergi menjauh dan meninggalkan dirinya????

Untuk yang kesetriluin kalinya aku membutuhkan pertolongan-Mu Ya Allah…..karena tidak ada tempat buat aku menceritakan ini semua kepada orang-orang. Karena akan semakin memperuwet kondisiku saat ini…..

Tak Semulus Jalan Tol……

•June 4, 2008 • Leave a Comment

Baru sampai kantor HP ku berbunyi. Ada SMS dari Ira…Bund, Are you okay? Akhirnya ku jawab melalui YM aku bilang bahwa Insya Allah aku baik-baik aja….Kemaren Ira tau aku sedih. Aku cerita kepadanya bahwa Ibunya Mas-ku masuk RS kena stroke. Aku sedih mendengarnya…tapi lebih sedih lagi karena apa yang ku inginkan belum bisa terpenuhi….Mungkin aku egois….

Dua minggu yang lalu si Mas ijin dia akan diklat di Bali. Kita sempet merencanakan pertemuan walaupun akhirnya gagal karena terbatasnya waktu pertemuan. Aku hanya menginginkan si Mas nengok ibunya. Selain itu aku juga punya tujuan lain. Aku ingin Mas ngomong sama ibunya mengenai hubungan kita. Tapi ternyata takdir berkata lain. Ibunya Mas masuk RS dan kena stroke…Astagfirullah! aku kaget dan ikutan sedih…Tapi sejujurnya lebih sedih lagi karena tujuan itu belum bisa terlaksana untuk saat ini…Berarti akan mundur lagi keinginanku untuk dilamar dan dinikahi oleh si Mas….Entahlah mundur atau bahkan gak sama sekali…Hanya Allah yang tau ini semua….

Kemaren kita bertengkar hebat…Aku punya andil salah besar dalam hal ini….Di saat dia lagi gundah gulana dan sedih ibunya sakit, aku menambah beban dia lagi dengan mempertanyakan keseriusan hubungan ini dikarenakan aku terpengaruh oleh beberapa omongan yang mempertanyakan keseriusan dia…..

Gak tau lagi apa yang kurasakan kemaren…Sedih? pastilah…Pedih, kalut, dsb….Lebih sedih lagi dia yang gak pernah berlaku kasar sama aku membuatku kaget dengan ucapannya yang agak keras kemaren (akhirnya dia minta maaf sama aku)….Sekarang aku hanya bisa kasih space ke dirinya…membiarkan dia menjaga ibunya dahulu…..membiarkan dia dan aku juga untuk intropeksi diri….

Begitulah jalan hidupku….tak semulus jalan tol…bukan berarti aku mengeluh…bukan berarti aku gak ikhlas…..aku harus selalu ingat bahwa untuk mencapai apapun tujuanku aku harus berusaha dan terus berdoa….mungkin aku alpa selama ini terlalu asyik sehingga kurang beribadah KepadaNya….

Ya Allah tuntun dan bimbinglah aku selalu….Jangan biarkan hati ini sedih…..Biarkanlah aku ikhlas menerima apapun KehendakMu Ya Allah……

 

Kangen Mami Papi

•May 7, 2008 • Leave a Comment

Entah kenapa hari ini aku agak sensi. Tadi pagi di mobil jemputan inget Alm Mami. Inget bagaimana Mami dulu membesarkan kita. Gimana usahanya Mami membantu Alm Papi supaya kita semua bisa sekolah….Tak terasa mataku berkaca-kaca….

Ya Allah berikanlah pengganti setiap tetes keringat dan darah yang telah orang tua kami keluarkan untuk membesarkan kami dengan pengganti pahala yang berlipat-lipat ganda dan ampunan dari-Mu Ya Allah. Berikanlah Syurga-Mu buat keduanya, Amin Ya Robbal Alamin.

LOVE YOU MAMI, PAPI……

Gak ada yang perlu dimaafkan….

•March 18, 2008 • Leave a Comment

Adakah yang perlu dimaafkan?

Biarkanlah waktu yang akan menjawab………

Kuserahkan hidup, mati, rejeki dan jodohku ke Tangan-Mu Ya Allah Ya Robbi…..